My Name is Rahmadi Budiman

Terlahir pada bulan Februari 1977 pada pukul 22.10 di Semarang. Sejak lahir sampai dengan menamatkan pendidikan menengah tingkat atas di Semarang, memiliki hobby fotografi, browsing, dan travelling.

Pendidikan
TK H. Isriati
Taman Kanak-Kanak ini dulu berada di halaman Masjid Baiturrahman, Simpang Lima, Semarang. Masuk tahun 1981 dan Lulus tahun 1982 (Ngga tau apa kategori lulusnya…)

SDN Kartini 2
Selama 6 tahun menghabiskan masa sekolah di SD Negeri Kartini 2. Katanya SD ini termasuk SD yang berusia lanjut (waktu kelas 5 ada bukti sejarah yang didapat oleh pihak sekolah bahwa sekolah ini didirikan jaman dulu banged), berada di perempatan jalan Dr. Cipto dan Kartini Raya. Dulu jalan Dr. Cipto adalah jalan raya yang sibuk, di mana mayoritas bis antarkota lewat jalan ini.

SMPN 3 Semarang
Sekolah ini termasuk kategori favorit, berada tidak jauh dari rumah. Ikut dan aktif dalam ekskul PKS (Patroli Keamanan Sekolah) dan sejak kelas 2 sampai dengan kelas 3 menjadi ketua kelas…
Jaman dulu guru Olah Raga (Pak Sudarmanto) menginstruksiken kepada para siswanya untuk ikut aktif dalam olahraga Berenang. Setiap hari Sabtu sore, para siswa wajib “nyemplung” ke kolam cendol eh berenang Stadion Diponegoro, yang letaknya tidak jauh dari rumah. Masih ingat setiap bulan membayar Rp. 2000,00 untuk masuk sebanyak 4 (empat) kali dalam waktu sebulan. Tapi alhamdulillah sejak SMP sudah bisa berenang dengan lulus ujian praktek berenang, menyelam ke dasar kolam…:D.
Kelas 3, hobby berbasket ria di mana pada suatu saat di hari Sabtu sore kaki sebelah kiri tidak mampu menopang tubuh kurus untuk melalukan lay up dan terjatuh…! Setelah diperiksa luar oleh diri sendiri, kok lututnya sakit. Setelah dirontgen ternyata ada retak di dalam. Karena retak di dalam, tidak perlu dioperasi. Tetapi lagi-lagi, hobby basket tetap berjalan…:D

SMAN 1 Semarang
Sekolah favorit, tetapi bisa dikatakan sekolahnya orang2 borju…Pemilihan sekolah ini bukan karena ke-borju-annya, tetapi jarak dari rumah. Resiko ke-borju-annya terpaksa diambil. Pada saat pendaftaran SMAN 6 Jakarta telah ditutup untuk yang berasal dari luar Jakarta, maka yang terlintas di pikiran adalah kembali ke Semarang. Kebetulan keluarga boyongan ke Jakarta karena Bapakku pindah sebagai konsultan di salah satu underbow UN. Sekolah ini menyimpan banyak kenangan, baik senang maupun sedih. Terlebih pada saat pengumuman beasiswa Singapore Secondary Scholarship ternyata tidak meloloskan diriku, maka tertunduk lesu dengan tetap menggantungkan asa di SMAN 1 Semarang.
Ekskul selama di SMA adalah ECC (English Conversation Club-tidak tau apakah masih ada saat ini), paling berkesan pada saat harus memberikan “arahan” (kalau mahasiswa namanya OPSPEK) di Sekolah yang terkenal Serem itu. Di suatu lorong, muncul ide gila waktu naruh menyan dan hio untuk menakut-nakuti temen2 panitia. Tepatnya di depan Lab Seni Rupa, ada 2 orang temanku (Aries dan lupa 1 lagi) sedang berjalan seperti ketakutan. Seketika diriku teriak dan mengejar mereka…eh, ternyata mereka malah lari dan 1 orang lagi lari sambil terkencing-kencing…=))

Setelah lulus, teman-teman seperjuangan tanya, di mana diriku akan kuliah. Kujawab, di luar Semarang. Kenapa? Karena ingin sekali pergaulan lebih luas daripada masih berkutat dengan teman-teman itu saja. Terus terang, 60% teman 1 kelas di A1-2 adalah teman-teman SMPN 3 (mayoritas 1 kelas di SMP)… 

Universitas Islam Indonesia
Di sini mengambil Jurusan Teknik Sipil dengan konsentrasi Struktur (kata lain : Konstruksi). Kenangan selama kuliah, tentu banyak. Mulai pernah ujian dalam 1 hari sebanyak 3 (tiga) mata kuliah, sampai dengan mendapatkan jodoh waktu KKN (kuliah kerja nyata) teman beda fakultas.
Di tahun 1997, 2 hari setelah demo besar2an reformasi (22 Mei 2007) pada saat harus mengejar asistensi tugas Struktur Beton, di depan Pusdiklat BRI, jalan Kaliurang, diriku ditabrak dari belakang oleh sebuah motor dan menyerempet badan truk pasir…Alhamdulillah, walau 1 jahitan di kelopak mata, 8 jahitan di sekitar mata sebelah kiri, 4 jahitan di bibir atas termasuk beberapa bagian kulit terkelupas karena bergesekan dengan aspal, tetap bersyukur karena masih bisa recovery. Saat itu diriku diantar penolongku (terima kasih atas pertolongannya) ke RS Panti Nugroho. Pada saat melihat di kaca, Astaghfirullah kok mukanya penuh dengan darah. Walau tidak terasa sakit, tetapi begitu melihat malah takut sendiri.
Segera telpon ke kakak yang notabene seharusnya di sore hari akan ke Semarang untuk mengurus sesuatu. Segera teman2 juga jemput, tapi tanggapan mereka malah…ketawa…melihat muka sebelah kiri full perban…haha…
Akhirnya lulus juga setelah menunggu giliran pemakaian laboratorium struktur untuk menguji rangka atap komplit.

Institut Teknologi Bandung
Selagi mengajukan beasiswa ke Universiti Kebangsaan Malaysia, dilanjutkan kuliah di ITB dengan mengambil jurusan Teknik Elektro, opsi Teknologi Informasi. Belajar banyak kepada para electrician sehingga waktu yang dihabiskan dalam waktu 1-2 bulan adalah belajar teori komputer, teori telekomunikasi, dan lain-lain.
Menginjak tahun 2 di ITB, datanglah surat dari UKM dan Kedubes Malaysia, yang pada intinya diterima di Universiti Kebangsaan Malaysia dan mendapatkan beasiswa (full scholarship) dari salah satu institusi pendidikan di sana. Hanya saja, tidak diambil karena sudah dalam posisi “nanggung” di ITB. Selama kuliah berlangsung, berusaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Seperti ikut proyek otomatisasi di salah satu vendor automotive besar, menjadi system analyst, dan sebagainya.
Sempat menjadi single fighter admin di Lab MUCER (Multimedia & Cyberspace Research Group), sehari-hari dihabiskan membaca tulisan/e-book yang didownload di komputer lab. Karena setiap Jumat ada presentasi berupa refreshing seminar di Lab, sehingga selalu harus mengupdate pengetahuan terutama yang terkait dengan thesis yang diambil.
Topik thesis pertama kali adalah Business Process Reengineering di PT. Pelindo II. Alasan assessment dijadikan dasar untuk ke Jakarta sekaligus apel calon istri…
Topik thesis akhirnya adalah Benefit-Cost Analysis menggunakan framework Construct-IT yang dikombinasikan dengan Balance Score Card. Sebenarnya thesis yang dibuat adalah implementable alias pekerjaan pada saat menjadi konsultan. Jadi pada saat sidang, alhamdulillah semua pertanyaan dapat dijawab dengan lancar….
Sebelum lulus, diajak proyek yang dalam benakku tetap kusebut Big Project dengan nilai 5,5M sebagai konsultan pengawas dari LPPM ITB untuk implementasi Billing System di salah satu BUMN. Karena pernah berkutat dengan database Oracle dan Business Process, maka langsung menjabat sebagai Project Coordinator. Pengalaman yang sangat berharga, karena dalam proyek ini merasakan betapa sakitnya keringat yang menetes dari bekerja dengan adanya pemeriksaan terhadap outsourcer oleh 6 institusi pemeriksa.
Sempat disibukkan menjadi PMO pada beberapa institusi. Proyek yang ditangani bersifat “gado-gado”, mulai R&D sampai dengan proyek pendidikan. Saat ini bekerja di vendor telekomunikasi untuk manajemen proyek instalasi perangkat telekomunikasi pada operator telekomunikasi terbesar di Indonesia.

2 Tanggapan ke “My Name is Rahmadi Budiman”

  1. mo_cab™ Berkata:

    halo dab, da mana skrg?

  2. Van Jan Berkata:

    salute

    angkat topi…

Tinggalkan Balasan