Arsip untuk Mei, 2009

Belajar Jujur di Negeri Orang

Mei 13, 2009

Masih teringat di pikiran saya, pada saat saya pergi ke negeri orang…Ternyata saya belajar akan sebuah kejujuran dari orang yang sederhana…

Ceritanya beberapa waktu lalu, saya jalan ke negeri orang. Pada saat saya mau pulang ke hotel, saya naik taxi. Terus terang di sana taxi-nya ngga seperti di Jakarta di mana kita harus pintar memilih perusahaan taxinya…
Singkat cerita, saya minta diantar ke hotel di mana saya tinggal. Walau baru beberapa hari di sana, tetapi saya lumayan hapal jalan menuju hotel. Tetapi arah yang dituju oleh sang sopir berlawanan dengan arah menuju hotel…Stay cool and confident.

Setelah dia agak sedikit condong menjauh dari arah ke hotel, seketika saya bertanya…excuse me…are you sure that we go to the right direction…? Sang sopir menanyakan kembali nama hotel tersebut…dan setelah saya bilang nama hotelnya, dia langsung memohon maaf karena salah mendengar nama hotel. Kemudian dia memutar arah dan dia menunjuk angka di argometernya. Dia bilang, sir…please remind this…i’ll go to the place that you called me…

Saya menghapal rate yang ada di argometer. Kemudian setiap dia melewati ERP (electronic road pricing), dia bilang…please add (sekian) dollar…kemudian sampailah di gedung di mana saya masuk ke taxi itu. Dia mengatakan…i’m sorry…i’ll go to the right direction and please remind for this number

Akhirnya saya menjadi bingung, kenapa dia kok kembali ke gedung di mana saya naik taxi…dan beberapa waktu kemudian, sampailah saya di hotel di mana saya tinggal. Sang sopir langsung bilang…please pay as you know from that building to this hotel…nah lo…tambah bingung…Tanya lagi, bagaimana dengan biaya “muter2″nya…karena bagi saya itu cukup mahal. Dia bilang bahwa karena ini kesalahan dia dan dia tidak mengkonfirmasi tujuan penumpang, cukup bayar perjalanan yang saya butuhkan (Gedung – hotel)…Saat itu saya sadar, ternyata dia jujur…dia telah mengakui kesalahannya dan bersedia tidak dibayar (arti lain : didenda) karena salah arah. Saya keluarkan uang tambahan dari perhitungan perjalanan Gedung-Hotel, tetapi dia menolak halus dan berkata bahwa saya mencari uang yang memang benar2 didapat dari kemampuan saya. Saya tidak mau dibayar akan kesalahan yang saya perbuat.

Saat itu saya tertegun…saya sadar bahwa saya sedang berada di negeri orang dan cenderung kurang menjunjung adat ke-timur-an. Ternyata di negeri orang, masih ada rasa jujur pada seorang pengemudi taxi.

Salut…