Customer is the Real King?

By Rahmadi Budiman

Suatu saat kita harus bisa menempatkan posisi dalam bersosialisasi. Apalagi dalam hubungan bisnis, positioning harus dianggap paling penting. Terkadang kita pada posisi pemberi layanan (service provider) tetapi di sisi lain kita bisa juga sebagai customer.

Seperti halnya antara vendor dan operator, kita harus menempatkan diri sebagai service provider kepada operator. Dalam bahasa prokem, kita kenal istilah “bohir” di mana bohir adalah pemilik dan sumber modal/dana. 2 Peraturan dalam hubungan bisnis adalah :
1. Bohir tidak pernah salah,
2. Jika Bohir salah silakan baca peraturan 1.

Terkadang kita terlena akan peraturan itu. Stigma-stigma yang terbentuk menjadikan kita sebagai individu yang merasa superior di mana customer bukanlah sebagai raja di mata service provider. Walaupun kita berada dalam posisi vendor, tetapi kita juga customer bagi entitas lainnya. Setidaknya kita sendiri customer terhadap capaian yang harus diraih dalam jangka waktu tertentu.

Seperti halnya beberapa hal yang telah dialami oleh saya sendiri. Walaupun saat ini saya merasa sebagai service provider untuk customer, tetapi ada kalanya saya menjadi customer terhadap entitas subbisnis lainnya. Cukup mengagetkan juga, di saat era liburan panjang akhir tahun, ada yang terlena pada positioning ini. Emosional yang berlebihan menjadikan service provider is the king. Apa yang terjadi? Jika memang seperti itu, maka sebagai service provider harus bersiap-siap kehilangan potential customer dalam jangka waktu tertentu.

Memang diakui terkadang kita belajar tidak hanya class-based atau text-book saja. Tetapi pengalamanlah yang menempa dan membentuk pribadi apakah menjadi tangguh ataukah sebaliknya. Kembali lagi, mitigasi masalah bisa saja kita buat, tetapi masalah tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, melalui tulisan ini setidaknya menggugah pada service provider untuk sadar bahwa positioning dalam berhubungan penting terutama menempatkan customer sebagai raja.

Denpasar yang Terik, Awal Tahun 2009

Tinggalkan Balasan