Arsip untuk Januari, 2009

Life is too short for my best partner

Januari 18, 2009

Almarhum Gusti Ngurah Suardika Jaya

 

 

 

 

 

 

In Memoriam…Gusti Ngurah Suardika Jaya (  0808LL911788  )

Hari Sabtu pagi, tim Sapu Bersih ZTE Bali menunggu rekan kami yang berdomisili di Bali untuk melanjutkan proses re-cross connect transmisi untuk 2 sites yang sudah on air. Malam Sabtu, proses re-cross connect masih 50%, sampai subsite Bedugul Reloc.

Karena seluruh sites di Pulau Bali sudah on air semua, maka kami tidak terlalu “ngoyo” untuk menyempurnakan kerjaan. Terus terang, saat ini kami tidak dalam kondisi dikerjar target, maka pekerajaan itu akan dilanjutkan pada hari Sabtu.

Sabtu pagi, driver Kadek sudah menunggu Gusti di hotel sejak jam 9 wita. Biasanya Gusti on time jika janjian dengan kita. Pada saat kita sedang breakfast di hotel, Bayu mendapat kabar bahwa Gusti kecelakaan di daerah Celuk, Sukawati. Padahal Bayu sedang berada di Bima untuk melakukan konfigurasi BSC di sana. Saat itu pula kami harus mengembalikan kunci site yang telah kami pinjam ke operator.

Setelah semua proses pengembalian kunci selesai, kami berangkat ke RS Ganesha, Celuk, untuk menengok kondisi Gusti. Tetapi seketika kami dikagetkan oleh kabar via telpon ke driver bahwa rekan kita, Gusti sudah meninggal. Seakan tidak percaya sembari menerima beberapa telepon dari rekan2 sekantor, kami tetap melanjutkan perjalanan ke Celuk.

Sesampai di RS Ganesha sekiar pukul 11 wita, kami melihat dengan mata kepala sendiri di UGD, bahwa rekan kita, kawan terbaik, Gusti Ngurah Suardika Jaya, telah terbujur kaku dengan beberapa luka lecet di kaki, tangan, dan muka.
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un
Gusti Ngurah Suardika Jaya meninggal akibat kecelakaan motor yang disebabkan adanya motor yang dikendarai seorang wanita memotong jalan. Beliau mengalami luka dalam pada bagian kepala yang menyebabkan beliau meninggal dunia.

Dikarenakan sedang ada upacara Tumpek Landep, maka jenazah Gusti disemayamkan di RSU Gianyar sampai dengan hari Senin, 19 Januari 2009.

Pagi ini kami mendapat kabar dari kakak Gusti bahwa Ngaben untuk Gusti akan dilakukan pada hari Jumat, 23 Januari 2009.

Teriring doa kami baik dari saya pribadi, maupun tim ZTE Bali untuk mendiang almarhum Gusti Ngurah Suardika Jaya agar mendapatkan tempat yang terbaik di sisi-Nya. Amin…

Selamat Jalan, kawanku…
Rasa cintamu sudah kamu buktikan…
Istirahatlah dengan tenang…

Denpasar, 18 Januari 2009
Tim ZTE Bali
include DPM dan Manager SDM yang telah datang melayat langsung ke rumah orang tua Gusti

Guys, Start Your Engine in 2009

Januari 3, 2009

Try to Reach the Dream in Dream Land Beach

Happy new year 2009 everyone…
Selamat tahun baru 1430 Hijriyah juga…

Awal tahun ini target seluruh pekerjaan di Bali-Nusra harus selesai. Triwulan 1 adalah masa kritis untuk pekerjaan saya ini,
Tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu,
Pending sertifikasi PMP harus difollow up,
Renovasi rumah harus selesai tahun ini,
Umroh bareng-bareng 1 keluarga,
dan lain-lain…

Setidaknya resolusi dapat dibreakdown berdasarkan waktu, jangka pendek, menengah, dan panjang (seperti Pelita-yang dipelajari sewaktu SD-SMP dahulu),
Setidaknya saya punya mimpi yang harus dicapai di tahun ini,

Tinggal bagaimana merealisasikannya yang membutuhkan effort dan planning tepat…

Semoga…Amin…

Pulau Dewata, Januari 2009

Customer is the Real King?

Januari 3, 2009

Suatu saat kita harus bisa menempatkan posisi dalam bersosialisasi. Apalagi dalam hubungan bisnis, positioning harus dianggap paling penting. Terkadang kita pada posisi pemberi layanan (service provider) tetapi di sisi lain kita bisa juga sebagai customer.

Seperti halnya antara vendor dan operator, kita harus menempatkan diri sebagai service provider kepada operator. Dalam bahasa prokem, kita kenal istilah “bohir” di mana bohir adalah pemilik dan sumber modal/dana. 2 Peraturan dalam hubungan bisnis adalah :
1. Bohir tidak pernah salah,
2. Jika Bohir salah silakan baca peraturan 1.

Terkadang kita terlena akan peraturan itu. Stigma-stigma yang terbentuk menjadikan kita sebagai individu yang merasa superior di mana customer bukanlah sebagai raja di mata service provider. Walaupun kita berada dalam posisi vendor, tetapi kita juga customer bagi entitas lainnya. Setidaknya kita sendiri customer terhadap capaian yang harus diraih dalam jangka waktu tertentu.

Seperti halnya beberapa hal yang telah dialami oleh saya sendiri. Walaupun saat ini saya merasa sebagai service provider untuk customer, tetapi ada kalanya saya menjadi customer terhadap entitas subbisnis lainnya. Cukup mengagetkan juga, di saat era liburan panjang akhir tahun, ada yang terlena pada positioning ini. Emosional yang berlebihan menjadikan service provider is the king. Apa yang terjadi? Jika memang seperti itu, maka sebagai service provider harus bersiap-siap kehilangan potential customer dalam jangka waktu tertentu.

Memang diakui terkadang kita belajar tidak hanya class-based atau text-book saja. Tetapi pengalamanlah yang menempa dan membentuk pribadi apakah menjadi tangguh ataukah sebaliknya. Kembali lagi, mitigasi masalah bisa saja kita buat, tetapi masalah tidak bisa kita hindari. Oleh karena itu, melalui tulisan ini setidaknya menggugah pada service provider untuk sadar bahwa positioning dalam berhubungan penting terutama menempatkan customer sebagai raja.

Denpasar yang Terik, Awal Tahun 2009

Membayar Pajak Kendaraan Bermotor

Januari 3, 2009

Beberapa minggu lalu, mendadak ingin melihat bukti pembayaran pajak motor saya. Ternyata saya menunggak pajak 2 bulan…:D…Mumpung hari Sabtu, akhirnya tekad untuk mengurus sendiri pembayaran pajak. Bulan desember 2007 lalu juga mengurus sendiri untuk pembayaran pajak mobil saya.

Akhirnya sampai juga di Kantor Bersama Samsat Ciputat yang terletak di jalan RE Martadinata, Cipayung, Ciputat. Kantor Samsat Ciputat ini hanya melayani untuk Kendaraan Bermotor yang berdomisili di Kecamatan Pondok Aren, Kecamatan Ciputat, dan Kecamatan Pamulang.

Tahap pertama adalah BPKB, STNK, dan KTP difotokopi. Biaya fotokopi dan map warna kuning (untuk motor) cukup mahal, yaitu Rp 4.000,-. Padahal kalau fotokopi di luar, tentunya harganya beda. Kemudian map-nya sudah ada stempel B-  – atau diisi oleh petugas nomer polisi kendaraannya. Cukup mahal…
Kemudian setelah lengkap, berkas fotokopi dan asli dibawa ke loket Pendaftaran yang bertuliskan “Formulir”. Di sana berkas kita dilihat, kemudian mereka memasukkan nomer polisi dan keluar print out pendaftaran untuk memperpanjang STNK/membayar pajak.

Kemudian kita menunggu panggilan dari loket 2, di mana BPKB asli milik kita akan dikembalikan setelah diverifikasi. Prosesnya tidak lama, hanya menunggu rata-rata 10 menit. Setelah dipanggil dan BPKB kita dikembalikan, kembali menunggu panggilan dari loket 3 untuk pembayaran.

Dari loket 3, setelah diberitahu berapa kita harus membayar, maka berkas kita akan dilanjutkan ke loket selanjutnya. Selain menerima kembalian uang (jika memang ada … hehe), mereka memberikan juga bukti pembayaran pajak (yang biasanya kita lampirkan di belakang STNK kita).

Di loket 4, petugas hanya memeriksa bukti pembayaran dan membubuhi stempel pada STNK kita pada kolom sebelah kanan bawah. Jika sudah distempel, maka selesailah prosesi pembayaran pajak kendaraan bermotor kita.

Nah, jika dilihat dari total waktu yang dihabiskan, rata-rata bisa mencapai 20 menit (pengalaman tercepat saya) sampai 45 menit (pengalaman paling lama). Tetapi semua tergantung dari seberapa padat warga yang akan membayar pajak. Saran : usahakan jangan bayar pajak kendaraan bermotor di hari Sabtu atau Senin atau sehari setelah libur panjang. Kalau mau lebih cepat, datang 1 jam sebelum loket tutup maka petugas akan lebih cekatan dalam menyelesaikan dokumen kita.

Selamat membayar pajak…