Tips Memilih Laptop

By Rahmadi Budiman

Beberapa kali saya diminta tolong oleh rekan atau kerabat untuk mencarikan laptop. Terus terang, selama ini saya telah berganti-ganti merk laptop sebanyak 6 x sejak tahun 2003. Itu belum termasuk laptop yang dimiliki oleh istri saya. Saya harap dari tulisan ini semoga akan memberikan penjelasan kepada pembaca…

Secara garis besar, jika kita ingin membeli sebuah laptop, baik baru ataupun bekas, saya selalu menanyakan:
1. Laptop ini digunakan untuk mobile (bisa dipakai di mana saja, kapan saja) ataukah menggantikan fungsi PC (bisa game, dll),
2. Budget yang dimiliki oleh calon pembeli,
3. Terkait dengan nomer 1, siapakah calon penggunanya (ABG, pria, wanita, sepuh, dll),
4. Feature yang diinginkan,
5. Baru atau bekas.

Sekarang dicoba untuk kita telaah satu per satu…

1. Fungsi Laptop (mobile atau menggantikan PC)
Mengapa pertanyaan ini saya sebut pertama kali? Karena dari situlah saya bisa justifikasi awal laptop yang akan dibeli. Misalkan ada sepupu masih ABG yang request dicarikan laptop untuk “nge-game”. Akhirnya saya refer untuk beli laptop dengan layar minimal 14″ (ideally 15,4″) dan memiliki RAM minimal 1GB, HD minimal 120GB, dan disupport oleh VGA yang tidak sharing dengan RAM-nya (misal dengan chipset ATI/GeForce). Atau ada paman yang notabene pejabat tingkat tinggi, dia butuh untuk presentasi dan sekedar mengetik paper/tulisan kapan saja di mana saja. Saya refer untuk beli laptop dengan layar maksimal 13″ (ideally 11-12″) dan memiliki RAM minimal 256MB, HD cukup 40GB, VGA sharing tidak apa-apa. Nah dari situ kita bisa lanjutkan kepada “user requirement” tahap 2…

2. Budget
Terkadang orang yang ingin membeli laptop selalu memiliki paradigma “saya hanya punya uang segini”, dll. Justru stigma budget tersebut yang seharusnya menjadi urutan nomer 2. Mengapa? Karena jika kita menomorsatukan budget, maka pada saat kita datang ke pameran, begitu melihat ada laptop murah dengan spesifikasi minimal (bahkan di luar bayangan calon pembeli) maka akhirnya kita “menjatuhkan” pilihan pada laptop tersebut. Menurut saya, justru setelah kita memiliki bayangan fungsi laptop itu untuk apa, baru kita masuk dalam tataran “budget”. Misalkan melanjutkan pembicaraan nomer 1 di atas, paman saya bilang bahwa “saya hanya punya budget max 9 juta”. Atau sepupu saya yang bilang bahwa alokasi dana max 12 juta. Ingat…semua range tersebut adalah maksimal. Jangan cari laptop dengan kisaran yang sama dengan range maksimal.

3. Calon Pengguna (juga terkait Brand)
Siapakah yang mau menggunakan laptop tersebut? Paman atau istri paman? Pasti mereka tanya…kenapa? Ya saya harus tahu terlebih dahulu jika paman itu tidak terpaku dengan brand laptop atau istri paman yang sudah terpaku dengan suatu brand…Di era sekarang ini, brand laptop bukan suatu hal yang harus dipaksakan…Pengalaman saya menggunakan 5 merek besar selama 6 x ganti, rata-rata kondisi laptop relatif hampir sama (terutama untuk merek yang sudah malang-melintang di dunia perlaptopan)…:D…Sepupu saya, sudah langsung bilang kalau tidak merk *** (menyebut nama buah-in english) atau *** (menyebut sebuah nama brand dari jepang). Saya sedikit menanyakan alasan kenapa dia minta merk tsb. Dia jawab…Soalnya cool, kalau dipakai di cafe atau tempat umum rasanya bangga gitu…whatever, karena mereka sendiri yang akan menggunakannya.

4. Feature yang diinginkan
Saat ini feature laptop hampir dikatakan relatif sama. Mulai dari bluetooth, wifi, DVD-RW, card reader, dll. Sekarang perlu ditekankan…feature seperti apakah yang memang harus ada? Ataukah hanya sekedar pelengkap saja? Di sisi lain, tidak dipungkiri bahwa seiring bertambanhnya hot spot area di sekitar kita, kebutuhan akan wifi sudah menjadi keharusan. DVD-RW? Ingat, jika memang kita ingin bahwa laptop kita awet, jangan sering-sering mencopy DVD/CD dengan laptop dalam jumlah yang besar. Misalkan ada CD tentang data kuliah dicopy dengan CD-RW laptop. Kemudia ada teman yang melihat…Minta dicopiin…dan seterusnya…Baik DVD-RW atau CD-RW memiliki lifetime tertentu. Harga device tersebut khususnya untuk laptop lebih mahal dibandingkan dengan device untuk PC. Bluetooth? Saya sendiri jarang menggunakan feature tersebut padahal feature tersebut sudah embedded di laptop sejak tahun 2005. Kalau mau sekedar sharing file dari handphone, ok kita gunakan bluetooth…Tapi seberapa sering? Toh masih ada media lain seperti infra red, card reader, dll.

5. Baru atau Bekas?
Nah pertanyaan ini sebenarnya untuk memancing apakah saya bisa memilihkan laptop dengan kondisi bekas? Terus terang saya hanya 1 x beli laptop baru, selebihnya bekas dan alhamdulillah sampai saat ini tidak pernah ada kerusakan. Untuk tips membeli laptop bekas, akan saya ulas pada tulisan yang lain…Kembali ke pokok bahasan baru atau bekas. Pada akhirnya kita diberi 2 alternatif…baru atau bekas…Jika baru, kembali ke point 2 yaitu budget…jika bekas, range angka maksimum di point 2 dapat ditekan dan sisanya bisa ditabung atau digunakan untuk cari tas ransel laptop, mouse, dll. Tidak selamanya beli laptop bekas itu riskan, asalkan kita tau cara memilihnya. Sekedar tips sedikit…kalau mau beli bekas yang aman, carilah yang masih ada garansi resminya. Pada akhirnya, paman saya membeli laptop dengan spesifikasi proc 1.8ghz, ram512mb, hd60gb, layar 11″, ext DVD combo dengan kondisi baru dipakai 1 bulan sejak pembelian dengan harga 8 juta dan brand laptop tersebut dari “luar”. Alhamdulillah, sampai saat ini laptop masih berfungsi dengan optimal.

Dari keseluruhan point-point di atas, maka saya berharap bagi para pembaca yang ingin membeli laptop akan memiliki suatu guidance agar fungsi laptop itu (kembali seperti sebuah tujuan manajemen proyek) tepat guna, tepat sasaran, tepat kualitas, tepat budget (tanpa tepat waktu…:)) )

Semoga bermanfaat…

Tinggalkan Balasan